PEMBELAJARAN AKSARA LAMPUNG MELALUI MULTI MEDIA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR DI PROVINSI LAMPUNG

Main Article Content

Dharlinda Suri

Abstract

Guru harus mampu mengintegrasikan materi pembelajaran dengan contoh konkret yang sesuai dengan budaya daerah setempat. Selain perlu memasukkan unsur budaya lokal dalam bahan ajar elektronik berbasis budaya lokal yang akan dikembangkan, pemilihan bahan ajar dianggap penting. Pembelajaran ini akan lebih menarik jika kehadiran teknologi multimedia membuka era baru dalam perkembangan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran di Sekolah Dasar. Dalam pembelajaran ini teknologi multimedia yang digunakan adalah Animasi Pengenalan Aksara Lampung. Pada umumnya pembelajaran aksara Lampung disekolah dasar masih banyak yang terpusat pada guru sehingga kegiatan belajar mengajar lebih menekankan kepada pengajaran bukan pembelajaran. Peran guru sangat menjadi dominan dan peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran. Siswa akan lebih memahami materi pembelajaran apabila guru mampu mengintegrasikan materi pembelajaran sesuai budaya daerah. Bahan ajar yang dinilai mampu menarik perhatian siswa adalah bahan ajar elektronik berupa animasi pembelajaran aksara Lampung untuk Sekolah Dasar.

Article Details

How to Cite
Suri, D. (2019). PEMBELAJARAN AKSARA LAMPUNG MELALUI MULTI MEDIA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR DI PROVINSI LAMPUNG. Prosiding Seminar Nasional STKIP PGRI Bandar Lampung, 2(1), 35-50. Retrieved from http://stkippgribl.ac.id/proceeding/index.php/semnas/article/view/44
Section
Artikel

References

Abdillah, A.N. (2010). Konsep bahan ajar elektronik dan ciri/karakteristik bahan ajar elektronik. Tersedia (Online), melalui https://sites.google.com>elearningtp2010, diakses 14 Februari 2020
Cahyo, Agus N. (2013) Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar. Jogjakarta: Penerbit Diva Press.
Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Johnson, E, B. (2011). Contextual Teaching dan Learning Menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna. Bandung: Kaifa Learning.
Lestari, I. (2013). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. Padang: Akedemia Permata.
Munir. (2003). Jurnal Pendidikan Mimbar Pendidikan No. 3 Tahun 2003, UPI
Mulyasa, H.E. (2015). Pengembangan Dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Prastowo, A. (2013). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Driva Pres.
Peraturan Daerah Provinsi Lampung No 20 Tahun 2008 Tentang “Pemeliharaan Kebudayaan Lampung”
Rusman, dkk. (2012). Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Yamin. (2013). Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Referensi.