Bandar Lampung — Eksistensi perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh aktivitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga oleh kontribusi nyata sivitas akademika dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Semangat inilah yang terus diupayakan oleh STKIP PGRI Bandar Lampung melalui penguatan budaya meneliti, menulis, dan mempublikasikan karya ilmiah pada tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu wujud aktualisasi keilmuan tersebut ditunjukkan melalui terbitnya artikel ilmiah berjudul “Masculinity and Independence Ideology: A New Historicist Reading of Male Fighter Representation in Indonesian War Literature” pada jurnal internasional Masculinities & Social Change (MCS) yang diterbitkan oleh Hipatia Press, Spanyol. Jurnal ini termasuk jurnal bereputasi internasional yang terindeks Scopus dan menempati peringkat Q2 (Quartile 2) pada kategori Gender Studies berdasarkan pemeringkatan SCImago Journal Rank (SJR) tahun 2025, dengan nilai SJR 0.29. Publikasi ini menunjukkan komitmen dosen STKIP PGRI Bandar Lampung untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan memperkenalkan hasil-hasil kajian akademik Indonesia kepada komunitas ilmiah internasional.
Artikel ini ditulis oleh tim dosen STKIP PGRI Bandar Lampung yang terdiri atas:
- Dr. Andri Wicaksono, M.Pd. (Pascasarjana Pendidikan Bahasa Indonesia)
- Dr. Yulia Siska, M.Pd. (Program Studi Pendidikan Profesi Guru)
- Putut Wisnu Kurniawan, M.Pd. (Program Studi Pendidikan Sejarah)
- Destia Herlisya, M.Pd. (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris)
Penelitian tersebut mengkaji representasi laki-laki pejuang dalam novel-novel perang Indonesia berlatar Revolusi Kemerdekaan 1945–1949. Melalui pendekatan New Historicism dan kajian maskulinitas, penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh-tokoh laki-laki dalam sastra perang Indonesia tidak selalu hadir sebagai figur heroik yang tunggal dan ideal. Sebaliknya, mereka merepresentasikan beragam bentuk maskulinitas yang dipengaruhi oleh trauma perang, ideologi nasionalisme, pengalaman kolonial, serta dinamika sosial pada masa revolusi.
Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai medium estetis, tetapi juga sebagai ruang refleksi kritis untuk memahami sejarah, identitas, dan konstruksi sosial yang berkembang dalam masyarakat. Dengan demikian, sastra menjadi salah satu sumber penting dalam membaca ulang pengalaman kebangsaan Indonesia secara lebih humanis dan multidimensional.
Bagi STKIP PGRI Bandar Lampung, publikasi ini bukan sekadar capaian individual para penulis. Lebih dari itu, publikasi internasional merupakan bagian dari upaya institusi untuk terus menghadirkan kontribusi akademik dalam percakapan ilmiah global sekaligus memperkuat budaya riset di lingkungan kampus.
Tim penulis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Pembina STKIP PGRI Bandar Lampung, pimpinan STKIP PGRI Bandar Lampung, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses penelitian hingga publikasi. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Ketua STKIP PGRI Bandar Lampung, Dr. Wayan Satria Jaya, M.Si., atas dorongan, arahan, fasilitasi, dan dukungan pendanaan yang memungkinkan penelitian dan publikasi ini dapat terlaksana dengan baik.
Ke depan, capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi dosen dan mahasiswa untuk terus mengembangkan tradisi akademik yang produktif melalui penelitian dan publikasi ilmiah. Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan tinggi, menulis dan mempublikasikan karya ilmiah bukan semata-mata untuk memenuhi tuntutan kinerja, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab intelektual dalam menyebarluaskan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Artikel lengkap dapat diakses melalui laman jurnal Masculinities & Social Change:
https://hipatiapress.com/hpjournals/index.php/mcs/en/article/view/19331



